#title 28 Agustus #subtitle Sebuah Catatan #author Cumbu Sigil #LISTtitle A #date 2003 #source [[https://catatanmuslihat.wordpress.com/2013/08/31/28-agustus-2003/][Arsip Catatan Muslihat]] #lang id #pubdate 2026-10-31T03:45:24 #authors Cumbu Sigil #publication Arsip Catatan Muslihat #publicationdate 2003 #topics Generasi Terburuk Sastra Indonesia #language Indonesia #notes Diunggah ke Perpustakaan Anarkis oleh Ester Aprillia (Archipelago Anarchist Archive). Sekumpulan orang yang menempati meja ini bisa kuduga baru saja pergi—melihat masih kotornya permukaan meja ini, dipenuhi dengan sisa-sisa gelas dan bercak-bercak air. Sembari menunggu sang pramusaji untuk mengelap meja yang kutempati ini, aku lalu berkata kepadanya bahwa di kota ini—kota biadab ini—banyak lelaki yang rela menghabiskan waktu dan uangnya untuk hanya sekedar mencuri perhatian para wanita yang banyak berkumpul di tempat semacam ini. Salah satu titik pertemuan dan peleburan kaum urban. Mencoba keberuntungan mereka, berharap untuk dapat membuat vagina milik para wanita ‘basah’. Tetapi pada akhirnya, yang selalu mereka lakukan hanyalah membasahi meja ini, membasahi bungkus rokok yang kuletakkan diatas meja ini, membasahi tatakan gelas bir ini. Menyedihkan.