#title Masyarakat Umum dan Perpustakaan
#author Francisco Ferrer
#LISTtitle M
#date 1913
#source [[https://archive.org/details/franscisco-ferrer-asal-usul-dan-cita-cita-sekolah-modern][Archipelago Anarchist Archive]]
#lang id
#pubdate 2026-10-25T16:02:37
#authors Francisco Ferrer
#translator Bagus Pribadi
#publication Penerbit Ramu; Hellish Poets Conspiracy
#publicationdate 2021; 2026
#language Indonesia
#topics Perpustakaan Anarkis
#notes Teks ini merupakan BAB XI. Masyarakat Umum dan Perpustakaan dari buku Asal-Usul dan Cita-Cita Sekolah Modern karya Francisco Ferrer yang diterbitkan oleh Penerbit Ramu (2021). BAB XI ini dimuat pula dalam Majalah Hellish Poets Conspiracy Vol. 12 (2026). Diunggah ke Perpustakaan Anarkis oleh Wahono Karyadi (Archipelago Anarchist Archive).
Dalam upaya mendirikan sekolah rasional yang bertujuan mempersiapkan anak-anak andil dalam solidaritas kemanusiaan yang bebas, masalah pertama yang kami hadapi adalah pemilihan buku. Seluruh bagasi pendidikan dari sistem kuno itu campuran yang tidak koheren antara ilmu pengetahuan dan iman, akal dan tidak masuk akal, baik dan jahat, pengalaman manusia dan wahyu, kebenaran dan kesalahan dalam satu kata, sama sekali tidak cocok memenuhi kebutuhan baru yang muncul dengan formasi sekolah baru.
Jika sekolah ada dari zaman kuno yang sangat lampau tidak bertujuan mengajar dalam arti luas mengkomunikasikan kepada generasi muda inti dari pengetahuan generasi sebelumnya, tetapi tujuan mengajarnya berdasarkan otoritas dan kenyamanan kelas penguasa, membuat anak-anak rendah hati dan tunduk, jelas bahwa tidak ada buku yang selama ini digunakan akan cocok bagi kita. Tetapi parahnya logika dari situasi ini tidak langsung meyakinkan saya. Saya menolak percaya bahwa demokrasi Prancis, yang begitu bersemangat atas pemisahan gereja dan negara, menimbulkan kemarahan para rohaniawan, mengadopsi instruksi sekuler wajib, dan akan mengundurkan diri ke semi-pendidikan atau pendidikan mutakhir. Namun, saya harus menyerah pada bukti, yang bertentangan dengan prasangka saya. Kali pertama saya membaca sejumlah besar karya berkode instruksi sekuler Prancis dan menemukan bahwa Tuhan digantikan oleh negara, kebajikan Kristen dengan kewajiban sipil, agama dengan patriotisme, tunduk kepada raja, aristokrasi, dan pendeta diganti jadi tunduk kepada pejabat, pemilik, dan majikan. Kemudian saya berkonsultasi dengan para pemikir bebas terkemuka yang memegang jabatan tinggi di Kementerian Pendidikan Umum, dan ketika saya mengatakan kepadanya ingin melihat buku-buku yang mereka gunakan, yang maksud saya untuk menyingkirkan kesalahan tradisional, dan menjelaskan rancangan dan cita-cita saya kepadanya, dia mengatakan kepada saya terus terang bahwa mereka tidak memiliki hal semacam itu; semua buku mereka, lebih atau kurang cerdik dan licik, tercemar oleh ketidakbenaran yang merupakan inti perekat ketidaksetaraan sosial.
Melihat mereka telah menggantikan berhala dewa yang membusuk dengan berhala despotisme oligarki, lebih lanjut saya bertanya apakah mereka tidak memiliki setidaknya beberapa buku yang membahas tentang asal mula agama, dia berkata bahwa tidak ada; tapi dia tahu satu yang cocok untukku—milik Malvert Ilmu Pengetahuan dan Agama. Nyatanya, ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, dan digunakan sebagai buku bacaan di Sekolah Modern, dengan judul Origin of Christianity.
Dalam literatur Spanyol saya menemukan beberapa karya yang ditulis seorang penulis terkemuka, yang memiliki keahlian khusus dalam ilmu pengetahuan, di mana kepentingannya lebih kepada publikasi karya ketimbang bertujuan untuk pendidikan anak-anak. Beberapa di antaranya pada awalnya digunakan di Sekolah Modern, tetapi meskipun orang tidak bisa menuduh mereka itu salah, mereka tidak memiliki inspirasi tentang cita-cita dan metode yang buruk. Saya berkomunikasi dengan penulis ini dengan maksud menarik dia dalam rencana saya dan membujuknya untuk menulis buku untuk saya, tetapi dihalangi penerbitnya karena kontrak tertentu dan dia tidak bisa mengaminkan permintaan saya.
Singkatnya, Sekolah Modern dibuka sebelum satu karya pun terpilih untuk perpustakaan, tetapi tidak lama kemudian yang pertama muncul—sebuah buku brilian oleh Jean Grave[1], yang memiliki pengaruh besar di sekolah kami. Karyanya, The Adventures of Nono, adalah sejenis puisi yang menggambarkan fase tertentu dari masa depan yang lebih bahagia, secara cerdik dan dramatis membandingkan secara kontras dengan realitas kotor tatanan sosial saat ini; nikmatnya lahan otonomi dibandingkan dengan kengerian kerajaan keangkuhan.
Si jenius Grave telah mengangkat karya itu ke ketinggian di mana ia lolos dari batasan skeptis dan konservatif; dia telah menggambarkan kejahatan sosial saat ini dengan jujur tanpa melebih-lebihkan. Membaca buku tersebut membuat anak-anak terpesona, dan pemikirannya yang dalam dengan tepat menyiratkan banyak komentar kepada para guru. Dalam permainan mereka, anak-anak biasa memerankan adegan-adegan sesuai dengan otonomi, dan orang tua mereka mendeteksi apa saja yang menyebabkan mereka sulit jika berada dalam kerajaan keangkuhan.
Diumumkan di Bulletin dan jurnal lain bahwa ada imbalan yang ditawarkan demi intruksi rasional terbaik secara manual, tetapi tidak ada penulis yang maju. Saya menahan diri hanya melihat fakta ini tanpa membahas penyebabnya. Kemudian dua buku diadopsi untuk dibaca di sekolah. Buku tersebut tidak ditujukan khusus untuk sekolah, tetapi dapat ditafsirkan untuk Sekolah Modern dan sangat berguna. Satu berjudul The Note Book, lainnya berjudul Colonisation and Patriotism. Keduanya adalah kumpulan esai dari penulis di setiap negara tentang ketidakadilan yang berkaitan dengan patriotisme, kengerian perang, dan bengisnya penaklukan. Pilihan karya-karya ini dibenarkan karena pengaruhnya yang luar biasa terhadap pemikiran anak-anak, seperti yang akan kita lihat dari esai-esai kecil anak-anak yang muncul di Bulletin, dan kemurkaan mereka yang kemudian dikecam oleh pers reaksioner dan politisi.
Banyak yang berpikir bahwa tidak banyak perbedaan antara pendidikan sekuler dan rasionalis, dan dalam berbagai artikel dan pidato propagandis keduanya dianggap sama. Untuk mengoreksi kesalahan ini saya menerbitkan artikel berikut di Bulletin:
Kata pendidikan tidak bisa disertai kualifikasi apa pun. Ini hanya berarti kebutuhan dan tugas generasi yang sedang mengembangkan dayanya secara penuh untuk mempersiapkan generasi muda dan mengakuinya sebagai warisan pengetahuan manusia. Ini semua adalah cita-cita yang sepenuhnya rasional, dan itu akan terwujud sepenuhnya di masa mendatang, ketika manusia sepenuhnya bebas dari prasangka dan takhayul mereka.
Sebagai upaya mewujudkan cita-cita ini, kita dihadapkan dengan pendidikan agama dan pendidikan politik: itulah alasan kenapa kita dipaksa menentang rasionalitas dan instruksi ilmiah. Jenis pendidikan agama diberikan di sekolah klerikal dan biara di semua negara; jumlah pengetahuan yang berguna sangat kecil dan banyak doktrin Kristen dan sejarah sakral. Jenis pendidikan politik didirikan beberapa waktu lalu di Prancis, setelah jatuhnya kekaisaran, yang tujuannya adalah untuk mengagungkan patriotisme dan merepresentasikan administrasi publik yang ada sebagai instrumen kesejahteraan bersama.
Terkadang kualifikasi bebas atau sekuler diterapkan secara kasar dan jahat pada pendidikan, untuk mengalihkan atau mengasingkan opini publik. Orang-orang ortodoks, misalnya, menyebut sekolah gratis sebagai sekolah tertentu yang mereka dirikan bertentangan dengan kecenderungan yang benar-benar bebas dari pedagogi modern; dan banyak yang disebut sekolah sekuler yang benar-benar politis, patriotik, dan anti-kemanusiaan.
Pendidikan rasional kedudukannya di atas pandangan sempit ini. Pertama-tama, ia tidak menganggap pendidikan agama, karena ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa kisah penciptaan adalah mitos dan para dewa adalah legenda; sebab itulah pendidikan agama mengambil keuntungan dari kepercayaan orang tua dan ketidaktahuan anak-anak, mempertahankan kepercayaan pada makhluk gaib yang kepadanya orang-orang dapat mengucapkan segala jenis doa. Sayangnya, kepercayaan kuno ini masih tersebar luas, menimbulkan banyak kerugian, dan akan terus berlanjut selama itu masih ada. Misi pendidikan adalah untuk menunjukkan kepada anak, dengan metode ilmiah murni, bahwa semakin banyak pengetahuan yang kita miliki tentang produk alami, kualitasnya, dan cara menggunakannya, semakin banyak komoditas industri, ilmiah, dan artistik yang harus kita miliki untuk mendukung dan kenyamanan hidup, dan lelaki dan perempuan dari sekolah kami, akan menyebarkan ini dengan jumlah yang lebih besar guna membudayakan setiap cabang pengetahuan dan tindakan, di bawah bimbingan akal dan inspirasi ilmu pengetahuan dan seni, yang akan menghiasi kehidupan dan reformasi masyarakat.
Sebab itu, kita tidak akan menghabiskan waktu untuk berdoa kepada Tuhan khayalan meminta hal-hal yang dapat diperoleh dengan pengerahan tenaga kita sendiri.
Di sisi lain, ajaran kami tidak ada hubungannya dengan politik. Pekerjaan ini guna membentuk individu dengan kepemilikan penuh atas semua keahlian mereka sementara politik akan menyerahkan keahlian mereka kepada orang lain. Sementara agama, dengan daya ketuhanannya, secara tepat telah menciptakan daya yang melecehkan dan memperlambat perkembangan umat manusia, sistem politik juga memperlambatnya dengan membuat manusia agar segala sesuatunya bergantung pada kemauan orang lain, pada keharusan untuk meniru karakter manusia superior—merujuk mereka yang baik berdasarkan tradisi atau pilihan, menjalankan profesi politik. Ini harus menjadi tujuan sekolah rasional menunjukkan kepada anak-anak bahwa akan ada tirani dan perbudakan selama satu orang bergantung pada orang lain, mempelajari penyebab ketidaktahuan umum, mempelajari asal mula semua praktik tradisional yang menyebabkan terjadinya sistem sosial saat ini, dan mengarahkan perhatian siswa pada hal-hal ini.
Sebab itu, kita tidak akan menghabiskan waktu mencari dari orang lain hal yang sebenarnya dapat kita peroleh untuk diri kita sendiri.
Singkatnya, urusan kami adalah menanamkan gagasan di benak anak-anak bahwa kondisi mereka dalam tatanan sosial akan meningkat sesuai dengan pengetahuan mereka dan dengan daya yang dapat mereka kembangkan; dan bahwa era kebahagiaan bersama akan semakin jelas kalau mereka membuang semua takhayul agama dan lainnya, yang hingga saat ini telah menimbulkan begitu banyak kerugian. Karena itu, tidak ada penghargaan atau hukuman di sekolah kita; tidak ada imbalan, tidak ada medali atau lencana yang meniru sekolah agama dan patriotik, yang mungkin mendorong anak-anak untuk percaya pada jimat daripada pada kekuatan individu dan kolektif dari makhluk yang sadar akan kemampuan dan pengetahuan mereka. Pengetahuan rasional dan ilmiah harus meyakinkan manusia di masa depan bahwa mereka tidak mengharapkan apa pun dari segala makhluk istimewa (fiktif atau nyata); dan bahwa mereka bisa mengharapkan semua yang masuk akal dari diri mereka sendiri dan dari tatanan sosial yang terorganisir dan diterima secara bebas.
Kemudian di Bulletin dan pers lokal saya mengajak para penulis ilmiah yang sangat bersemangat dalam kemajuan ras agar menyuplai buku teks tentang hal ini. Saya sampaikan kepada mereka, “tujuannya membebaskan pikiran murid dari semua kesalahan nenek moyang kita, mendorong mereka mencintai kebenaran dan keindahan, dan menjauhkan mereka dari dogma otoriter, sofisme yang disegani, dan ikatan terhadap biara konyol yang sekarang menodai kehidupan sosial kita." Catatan khusus ini ditambahkan sehubungan dengan pengajaran aritmatika:
Bentuk pengajaran aritmatika yang ada sampai sekarang umumnya membuatnya sebagai instrumen yang ampuh mengesankan murid-murid dengan cita-cita palsu rezim kapitalis yang saat ini sangat memberatkan masyarakat. Oleh karena itu, Sekolah Modern mengundang orang menulis esai tentang reformasi pengajaran aritmatika, dan meminta teman-teman pengajar rasional dan ilmiah yang tentunya berjibaku dengan matematika untuk menyusun serangkaian masalah yang mudah dan praktis, di mana tidak ada referensi mengenai upah, ekonomi, dan pendapatan. Pengajaran ini harus membahas pertanian dan produksi industri, distribusi yang adil dari bahan mentah dan barang-barang yang diproduksi, alat komunikasi, transportasi barang dagangan, mekanisme perbandingan tenaga manusia, manfaat mesin, pekerjaan umum, dan lainnya. Singkatnya, Sekolah Modern menginginkan sejumlah masalah yang menunjukkan apa sebenarnya aritmatika—ilmu ekonomi sosial (menarik kata "ekonomi" dalam arti etimologis "distribusi yang baik").
Pengajaran ini akan membahas empat operasi dasar (integral, desimal, dan pecahan), sistem metrik, proporsi, senyawa dan paduan, kuadrat dan kubus, dan ekstraksi akar kuadrat dan kubus. Maka diharapkan bagi mereka yang menanggapi tawaran ini, lebih terinspirasi atas cita-cita pendidikan yang tepat bagi anak-anak daripada hanya memandang keuntungan semata, dan karena kami ingin menghindari praktik umum seperti itu, kami tidak akan menghakimi atau menawarkan penghargaan dalam bentuk apa pun. Sekolah Modern akan menerbitkan aritmatika yang paling sesuai dengan tujuannya, dan menerapkan kesepakatan bersama dengan penulis mengenai bayarannya.
Catatan selanjutnya di Bulletin yang ditujukan kepada para guru:
Kami akan meminta perhatian semua orang yang mengabdikan diri pada cita-cita mulia dari pengajaran rasional anak-anak dan persiapan kaum muda agar mengambil bagian yang pantas dalam hidup saat mengumumkan Compendium of Universal History oleh Clemence Jacquinet dan The Adventures of Nono oleh Jean Grave, yang dapat diketahui di sampulnya.[2] Karya-karya yang telah diterbitkan atau diusulkan untuk diterbitkan oleh Sekolah Modern ditujukan kepada semua lembaga pengajaran yang bebas dan rasional, pusat studi sosial, dan orang tua, yang tersinggung dengan intelektual karena membatasi penerapan semua jenis dogma—agama, politik, dan sosial—yang diatur demi mempertahankan hak istimewa dengan mengorbankan yang bodoh. Semua yang menentang yesuitisme dan kebohongan konvensional, juga kesalahan yang ditransmisikan oleh tradisi dan rutinitas, akan menemukan kebenaran dalam publikasi kami berdasarkan bukti. Karena kami tidak menginginkan keuntungan, harganya hanya menyesuaikan nilai intrinsik atau biaya materialnya; jika ada keuntungan dari penjualannya, itu akan digunakan untuk publikasi berikutnya.
Di nomor berikutnya dari Bulletin (No. 6, tahun kedua), atas permintaan saya, ahli geografi terkemuka Elisée Reclus menulis artikel panjang perihal pengajaran geografi. Dalam sebuah surat yang ditulis Reclus kepada saya dari Institut Geografis di Brussels, menjawab permintaan saya bahwa dia harus merekomendasikan sebuah buku teks, dia mengatakan bahwa “tidak ada buku teks tentang pengajaran geografi di sekolah dasar”; dia "tidak mengenal seseorang yang bebas dari racun agama atau patriotik, atau yang lebih buruk, rutinitas administratif." Dia merekomendasikan bahwa para guru seharusnya tidak mengajar secara manual di Sekolah Modern, yang dengan hormat dihargainya (26 Februari 1903).
Dalam Bulletin nomor (7) saya menerbitkan catatan berikut tentang asal mula Kekristenan:
Pedagogi yang lebih tua, yang sebenarnya, jika tidak diterima, tujuannya adalah untuk mengesankan anak-anak dengan pengetahuan yang tidak berguna, agar mereka dapat berdamai dengan kondisi sulit mereka dan menghibur diri dengan impian masa depan, menggunakan buku bacaan di sekolah dasar yang dipenuhi cerita, anekdot, catatan perjalanan, permata sastra klasik dan lainnya. Dalam hal ini ada banyak kesalahan yang bercampur dengan yang masuk akal, dan tujuannya tidak sekadar itu saja. Ide mistik mendominasi, yang menyatakan bahwa hubungan dapat dibangun antara makhluk tertinggi dan manusia melalui para imam, dan imamat ini adalah landasan utama keberadaan itu, baik yang memiliki hak istimewa maupun yang tidak memiliki warisan serta penyebab banyaknya kejahatan yang ditanggung mereka.
Di antara buku-buku lain dari kelas sosial ini, semua tercemar kejahatan yang sama, kita juga ingat salah satunya menyisipkan sebuah wacana akademis, keajaiban kefasihan bahasa Spanyol dalam konteks memuji Alkitab. Intinya mengekpresikan pernyataan biadab Umar ketika dia membakar Perpustakaan Alexandria[3]: “Seluruh kebenaran terkandung di dalam kitab suci. Jika buku-buku lain itu benar, itu tidak berguna; jika tidak benar, mereka harus dibakar.”
Sekolah Modern, yang berusaha membentuk pikiran bebas dengan rasa tanggung jawab, cocok untuk mengalami perkembangan lengkap dari kekuatan mereka, dan merupakan satu-satunya tujuan hidup, maka dari itu haruslah mengadopsi jenis buku bacaan yang sangat berbeda di mana selaras dengan metode pengajarannya. Karena alasan ini, dengan mengajarkan kebenaran yang mapan dan tertarik pada pergulatan antara terang dan gelap, itu diperlukan untuk menghasilkan karya kritis yang akan mencerahkan pikiran anak dengan fakta-fakta positif.
Ini mungkin tidak berarti di masa kanak-kanak, tetapi di kemudian hari, di masa dewasa, ketika anak memposisikan diri pada kehidupan sosial dan dalam perjuangan melawan kesalahan, konvensi, kemunafikan, dan keburukan yang menyembunyikan diri mereka di bawah jubah mistisisme, ini sangat berarti. Karya ini mengingatkan bahwa buku kami tidak hanya ditujukan untuk anak-anak; melainkan juga ditujukan untuk digunakan Sekolah Dewasa yang didirikan di mana-mana oleh asosiasi pekerja, pemikir bebas, kooperator, pelajar sosial, dan badan progresif lainnya yang ingin memperbaiki buta huruf bangsa kita, dan menghapus hambatan besar perkembangan.
Kami percaya bahwa bagian dari karya Malvert (Science and Religion) yang kami beri judul "The Origin of Christianity" akan berguna untuk tujuan ini. Karya itu menunjukkan mitos, dogma, dan keaslian seremoni agama Kristen; terkadang sebagai simbol rahasia di mana setelah orang yang mengalaminya akan mengetahui kebenarannya, terkadang sebagai adaptasi atas kepercayaan sebelumnya, yang dipaksa melalui rutinitas belaka dan dilanggengkan oleh kebencian. Karena kami yakin dan memiliki bukti yang cukup tentang manfaat pekerjaan kami, kami menawarkannya kepada publik dengan harapan akan membuahkan hasil sesuai dengan yang kami antisipasi. Kami hanya perlu mengedit bagian tertentu dengan menghilangkannya karena tidak cocok untuk anak-anak; menunjukkan kelalaian, dan orang dewasa tentu saja dapat membaca bagian-bagian tersebut dalam edisi lengkap.
[1] Jean Grave (1854-1939) adalah seorang aktivis anarkis Prancis dan gerakan anarkis-komunis internasional. Dia juga editor dari tiga majalah utama anarkis di Prancis, * Le Révolté* , *La Révolte dan Les Temps Nouveaux* , dan menulis lusinan pamflet dan sejumlah buku anarkis penting –Penerj.
[2] Harus ditegaskan bahwa kedua penulisnya adalah Anarkis, dalam arti yang telah saya indikasikan dalam Kata Pengantar. Kecuali pada subjek khusus—ahli geografi terkenal Odón de Buen, misalnya bekerja sama dengan Ferrer dalam hal geografi—tidak ada penulis lain yang mungkin mewujudkan cita-cita Ferrer. Semua, bagaimanapun, adalah sebagai kekerasan seperti yang Ferrer sendiri, dan Mr. W. Archer telah menunjukkan dalam Life of Ferrer bahwa tuduhan yang diajukan terhadap Nyonya Jacquinet oleh yang menganiaya Ferrer di persidangannya secara resmi ditolak oleh otoritas orang Mesir kami. –Joseph McCabe.
[3] Perpustakaan Alexandria berada di Alexandria, Mesir. Ferrer merujuk pembakaran perpustakaan ini dilakukan oleh Umar, seorang khalifah muslim. Pada tahun 640 M, kaum muslim merebut Kota Alexandria. Fakta-fakta yang mengutuk Umar ini ditulis oleh Uskup Gregory Bar Hebræus, seorang Kristen yang menghabiskan banyak waktu menulis tentang kekejaman Muslim tanpa banyak dokumentasi sejarah. Ada beberapa versi sejarah mengenai penyebab dan pelaku pembakaran Perpustakaan Alexandria. Intinya ada begitu banyak sejarah, literatur, dan pembelajaran yang musnah –Penerj.