Anarkis menolak pemimpin. Entah itu kepemimpinan dalam skala besar ataupun skala kecil. Ia menolak struktur hirarki. Memilih membiarkan orang-orang memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk hidupnya sendiri, termasuk memilih demikian apabila sudah jelas bahwa keputusan orang-orang akan berujung pada petaka. CNT di Spanyol dikritik karena memilih berkolaborasi ke dalam jajaran pemerintahan walaupun hal tersebut demi menyelamatkan hidup yang tersisa. Sabate dielu-elukan sebagai anarkis terakhir yang berdiri melawan Franco. Tapi para pengritiknya lupa, atau pura-pura tak tahu, bahwa Sabate hidup tanpa menanggung tanggungjawab terhadap siapapun selain dirinya sendiri. Sementara para buruh-buruh di bawah CNT? Apakah semuanya adalah orang-orang dengan status single?
Sebentar, jangan pikir bahwa aku menyepelekan Sabate. Tidak sama sekali. Ia tetap harus dikenang sebagai orang-orang terakhir dari jajaran revolusioner Spanyol yang masih berdiri tegak di hadapan pasukan fasis Franco. Hanya, aku juga kini makin memahami mengapa CNT memilih jalan kompromi. Hal seperti ini jelas juga dipahami oleh Guy Debord beserta gerombolan Situationist International-nya di Paris. Bukankah itu alasan mengapa mereka merongrong Levebre agar membatalkan rencananya untuk menikah dan bahkan diam-diam berusaha membuat relasi cinta sang profesor kandas dengan satu dan lain cara?
Aku hanya ingin bertanya, di dunia di mana orang-orang telah dilatih—terlatih—untuk hanya tunduk dan mengikuti perintah, dan berakibat pada sedemikian masifnya ketertundukan, di mana orang-orang tak pernah tahu apa yang harus dilakukan melainkan hanya apa yang ingin mereka lakukan, di mana kala terjadi kekacauan sosial yang dijarah pertama oleh orang banyak adalah televisi layar lebar dan bukannya bahan pangan, di mana orang-orang kebingungan apabila tak ada aturan dan kewajiban, apakah kita juga masih berkoar menolak kepemimpinan? Termasuk apabila kepemimpinan tersebut memang berada di tangan yang kita tahu memang mampu?
Semua orang mampu memimpin dirinya sendiri, menurut teori anarkisme. Sungguh? Kupikir tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa memimpin diri sendiri di dunia seperti yang kupaparkan di atas? Baiklah, berikut ini adalah daftarnya: kemampuan meletakkan prioritas, kemampuan untuk membuat keputusan, kemampuan untuk memilih, mengambil dan meninggalkan atau membuang dengan mengesampingkan emosi serta beban moralitas, kemudian mengambil tanggungjawab atas konsekwensi yang hadir atas keputusannya. Apakah itu bisa dilakukan oleh semua orang?
Aku tidak yakin.