Cumbu Sigil
Manifesto Kolektif Seni “Multatuli”
Potongan Tulisan
[...]
[…] yang kami tuntut adalah sintesis seni dan politik, penyatuan antara konten dan bentuk, penyatuan antara konten politik yang revolusioner dan bentuk artistik tertinggi yang sesempurna mungkin! Karya seni yang kurang mempunyai kualitas artistik tidak mampu menggerakkan, seberapapun progresif karya seni tersebut secara politik. Maka dari itu, kami menentang keras tendensi untuk menghasilkan karya seni dengan sudut pandang politik yang salah, juga tendensi untuk menghasilkan karya seni dengan metode yang cenderung mengabaikan nilai estetis tinggi seperti dengan gaya poster dan slogan a la agitprop; dalam hal sudut pandang politik benar, namun kurang mempunyai kekuatan artistik. Menyangkut seni dan sastra, kita harus tetap berjuang mengedepankan kedua hal ini secara bersamaan!
[...]