Rifki Syarani Fachry
Tentang Penerjemahan Esai "Kritikus Stirner" dan "Sang Reaksioner Filosofis"
Pengantar Penerbit untuk buku "Kritikus Stirner" (Public Enemy Books, 2021)
Buku pendek nan padat ini terdiri dari dua pamflet yang ditulis Max Stirner: Kritikus Stirner dan Sang Reaksioner Filosofis, dan satu tulisan pendukung yang penting mengenai kedua tulisan tersebut dari Jason Mcquinn.
Tulisan pertama Stirner dalam buku ini merupakan tulisan yang ditujukan secara khusus kepada tiga kritikus pengkritik bukunya, “Der Einzige und sein Eigenthum” (dalam bahasa Inggris The Unique and Its Property). Ketiga kritikus ‘gagah berani’ itu Moses Hess Ludwig Feuerbach, dan Szeliga, mereka mendapatkan porsi pembahasan yang ‘ya cukup spesial lah’, mereka tentunya harus bersyukur untuk itu; Stirner membuat sub pembahasan khusus bagi ketiganya, hal tersebut membuktikan bahwa selain Stirner tentunya murah hati (untuk mengolok-olok), ia juga sebagai yang unik; egois, menunjukkan bahwa dirinya adalah apa yang bagi dirinya sendiri. Stirner (sebagai si unik) berlainan dari semua hal, dari kesemuanya, termasuk dari apa/bagaimana yang ketiga pengkritiknya katakan/maksud. Ya tentu, karena tak ada seorang pun yang hidup di dunia milik orang lain. Sedang tulisan keduanya dalam buku ini: Sang Reaksioner Filosofis, ditujukan secara khusus oleh Stirner untuk merespon ‘Sang Sofis Modern’ Kuno Fischer.
Dua tulisan Stirner dalam buku ini dialihbahasakan dari bahasa Inggris (yang dikerjakan oleh Wolfi Landstreicher) ke dalam bahasa Indonesia oleh dua penerjemah yang berbeda. Dan tulisan pendukung yang penting mengenai kedua tulisan Stirner dalam buku ini dari Jason McQuinn dialihbahasakan juga oleh penerjemah yang berbeda. Hal ini sengaja kami lakukan untuk menunjukkan bagaimana Persatuan Egois itu bekerja.
Namun secara keseluruhan, baik dalam tulisan pertama maupun kedua Stirner di buku ini, Stirner amat (tentu sangatlah) santai, ia duduk di kursi malasnya sambil menikmati ke-mahamalasan-nya. Dalam buku ini ia bahkan penuh humor dan jenaka, ia tak tampak kelelahan/tertekan sedikitpun. Meskipun (tentunya juga) demikian, Stirner tidak sama sekali menurunkan tensinya, tanggapannya tetap tajam. Jika ia sebuah katana, ia (dalam buku ini) adalah sebuah katana yang tidak hanya mampu menebas leher apa/siapa tapi juga mampu menebas angin; menebas yang mustahil ditebas—yang sakral.
Kami, pihak penerbit dan tim pengalih bahasa, secara sengaja menyajikan teks penting Stirner ini menggunakan bahasa yang (kami asumsikan cukup) luwes—utamanya dalam Kritikus Stirner—namun sekaligus tetap serius dan kritis. secara subjektif, kami ingin menghadirkan teks yang tidak hanya mengungkapkan pemikiran mendalam, tetapi secara bentuk juga ingin mengisyaratkan ketidakpentingan yang lain di luar si unik, di luar aku (dalam teks ini tentunya para penanggap dan pengkritik Stirner). Di hadapan si unik dan egois, gagasan/pemikiran besar; sekritis apa pun itu, yang bukan dari dirinya sendiri hanyalah omong kosong, permainan atau lelucon yang menggelitik.
Buku ini tidak perlu dibaca secara berurut, tidak perlu dibaca setelah magnum opusnya: Der Einzige und sein Eigenthum. Karena buku ini sendiri, menurut kami (lagi-lagi secara subjektif) adalah yang benar-benar terbukti berguna sebagai sebuah pengantar untuk para pembaca Stirner. Teks ini tentunya kami hadirkan untuk (kesenangan) diri kami sendiri, tapi terlepas dari itu juga dihadirkan untuk para anarkis, individualis dan egois atau yang bukan anarkis, individualis dan egois sekalipun. Kami cukup muak melihat beberapa dari mereka yang menyebut diri dan melabeli diri mereka sebagai/dengan “egois/individualis/anarkis/anarki”, yang berpura-pura sudah memahami Stirner sebelum membacanya sama sekali!
Orang-orang macam itu muncul di antara kami-kita ketika Der Einzige atau nama Max Stirner disebutkan/dituliskan, mereka menjadi racun; menghalangi diskusi apa pun yang jujur dan jelas tentang karya dan gagasan Stirner. Sekarang Kritikus Stirner telah tersedia dalam bahasa Indonesia, hal ini mungkin (meski singkat, semoga) mampu menjernihkan para pembaca palsu, penanggap, pengkritiknya, dan meredakan penyakit sok tahu dari manusia-manusia kontemporer tentang Stirner dan alam pikirannya.
Rifki Syarani Fachry (Ed.)
Public Enemy Books
Ciamis, 2021