Title: Lingkaran Konsentris
Author: Tim anarkis.org
Publication: Penerbit Daun Malam
Publication Date: 2022
Language: Indonesia
Notes: Catatan Penerbit-- Salah satu materi diskusi publik “Anarkisme Sosial dan Pengorganisasian” di Bandung, 8 Agustus 2015. Materi ini dipersiapkan oleh tim anarkis.org, yang diadaptasi dari model lingkaran konsentris Federasi Anarkis Rio de Janeiro – FARJ, Brazil. Diunggah ke Perpustakaan Anarkis oleh Abecedarium Alchemists Committee.

Organisasi anarkis yang spesifik menggunakan, baik untuk fungsi internal maupun eksternalnya, logika yang kami sebut “lingkaran konsentris” – yang sangat terinspirasi oleh model organisasi Bakunin. Alasan utama pengadopsian logika ini adalah, bagi kami, organisasi anarkis perlu memetakan dan memelihara keterlibatan di kategori yang berbeda-beda. Keterlibatan di kategori yang berbeda-beda ini harus memperkuat kerja-kerjanya sembari, di saat yang sama, memungkinkan organisasi mengumpulkan militan-militan yang dipersiapkan dengan tingkat komitmen yang tinggi, dan melakukan pendekatan pada orang-orang yang bersimpati pada teori atau praktik organisasi. Singkatnya, lingkaran konsentris berusaha untuk menyelesaikan sebuah paradoks yang mendasar: organisasi anarkis harus cukup tertutup untuk mempersiapkan militan-militan yang berkomitmen dan memiliki keselarasan visi, tapi juga cukup terbuka untuk menarik militan baru.

Menurut kami, sebagian besar masalah yang terjadi dalam organisasi anarkis disebabkan karena organisasi tersebut tidak berfungsi sesuai dengan logika lingkaran konsentris, dan karena tidak menerapkan aturan yang jelas tentang keterlibatan di kategori yang berbeda-beda ini. Haruskah seseorang yang menyebut dirinya anarkis dan tertarik dengan kerja organisasi dipandang sebagai anggota organisasi, meskipun dia tidak tahu garis politik organisasi secara mendalam? Haruskah orang awam yang tertarik pada ide-ide anarkis dipandang sebagai anggota organisasi? Bagaimana berhubungan dengan “libertarian” – dalam arti luas istilah ini – yang tidak menganggap dirinya anarkis? Apakah mereka adalah anggota organisasi? Dan bagaimana dengan anggota lebih tua yang pernah melakukan kerja penting namun saat ini ingin membuat jarak, tapi tidak terlibat dalam kegiatan permanen organisasi? Bagaimana dengan orang-orang yang jarang bisa mendedikasikan waktu bagi kerja-kerja sosialnya, tapi hanya ikut dalam acara-acara tertentu saja? Ada banyak pertanyaan.

Masalah lain terjadi karena ada keraguan dan kebingungan mengenai pelaksanaan kerja-kerja sosial. Haruskah organisasi menampilkan diri sebagai sebuah organisasi anarkis dalam gerakan- gerakan sosial? Dalam kerja-kerja sosialnya, dapatkah organisasi membentuk aliansi dengan orang-orang, kelompok dan organisasi lain yang bukan anarkis? Dalam kasus seperti ini, apa poin-poin umum yang dapat didukung dan diperjuangkan oleh organisasi? Bagaimana melakukan kerja sosial di lapangan dengan orang-orang yang berideologi berbeda sambil tetap mempertahankan identitas anarkis? Bagaimana memastikan bahwa para militan di organisasi anarkis tidak kehilangan identitasnya ketika berhubungan dengan gerakan sosial? Pada titik ini, ada juga banyak persoalan.

Lingkaran konsentris dimaksudkan untuk memberikan posisi yang jelas bagi setiap militan dan simpatisan organisasi. Selain itu, lingkaran-lingkaran ini berusaha untuk memfasilitasi dan memperkuat kerja sosial organisasi anarkis, dan akhirnya, membangun saluran untuk menarik militan baru.

Dalam praktiknya, logika lingkaran konsentris dibangun dengan cara sebagai berikut. Di dalam organisasi anarkis, hanya terdapat anarkis yang, hingga derajat yang lebih besar atau lebih kecil, mampu menguraikan, mereproduksi dan menerapkan garis politik organisasi secara internal maupun secara eksternal di dalam aktivitas masyarakat. Selain itu, hingga derajat yang lebih besar atau kecil, militan harus dapat membantu menguraikan garis strategis-taktis organisasi, serta memiliki kapasitas penuh untuk mereproduksi dan menerapkannya. Militan memiliki fungsi internal dalam organisasi – baik eksekutif, deliberatif atau luar biasa – serta fungsi eksternal yang berkaitan dengan kerja sosial. Fungsi yang dijalankan oleh militan dalam organisasi ini mematuhi prinsip swakelola dan federalisme, atau prinsip pengambilan keputusan horisontal tempat semua militan memiliki hak suara dan pilih yang sama dan, dalam kasus- kasus tertentu, dapat pula digunakan sistem delegasi yang memiliki mandat imperatif. Fungsi para delegasi harus ditentukan dengan tepat sehingga mereka “tidak bisa bertindak atas nama organisasi kecuali organisasi telah mengizinkannya secara eksplisit [untuk melakukannya]; para delegasi harus melakukan hanya apa yang telah ditentukan oleh para anggota dan tidak dapat menentukan langkah perhimpunan ke depan” [Luigi Fabbri. “Organisasi Anarkis” dalam: Komunisme-Anarkis Italia. p. 124]. Selain itu, fungsi-fungsi ini harus dirotasi untuk memberdayakan semua anggota dan menghindari posisi atau fungsi yang mengkristal.

Organisasi anarkis bisa memiliki hanya satu lingkaran militan, semua militan berada di kategori keterlibatan yang sama, atau bisa memiliki lebih dari satu lingkaran – kriterianya ditentukan secara kolektif. Misalnya, mungkin tiba waktunya seseorang masuk ke dalam organisasi atau seseorang telah mampu menguraikan garis politik atau taktis-strategis organisasi. Dengan demikian, para militan yang lebih baru atau mereka yang kemampuannya lebih sedikit untuk menguraikan garis politik organisasi bisa ditempatkan dalam lingkaran eksternal yang lebih jauh dari militan di dalam lingkaran yang lebih dekat karena lebih berpengalaman dan berkemampuan lebih besar untuk menguraikan garis politik organisasi. Tidak ada hierarki di antara lingkaran, tetapi gagasannya adalah bahwa semakin “dalam”, atau semakin dekat seorang militan, maka semakin baik pulalah mereka mampu merumuskan, memahami, mereproduksi dan menerapkan garis organisasi. Semakin “dalam” seorang militan, semakin besar tingkat komitmen dan aktivitasnya. Semakin banyak seorang militan menawarkan dedikasinya pada organisasi, semakin banyak pula organisasi menuntut dirinya. Adalah militan yang memutuskan kategori komitmen dan apakah mereka ingin berpartisipasi atau tidak dalam musyawarah yang didasarkan pada pilihan ini. Dengan demikian, para militan lah yang memutuskan sejauh apa mereka ingin berkomitmen, dan semakin mereka berkomitmen, semakin mereka mendapatkan banyak porsi pengambilan keputusan. Semakin sedikit mereka berkomitmen, semakin sedikit porsi pengambilan keputusan yang mereka dapatkan.

Ini tidak lantas berarti bahwa posisi mereka yang lebih berkomitmen lebih tinggi daripada yang kurang berkomitmen. Ini berarti bahwa mereka berpartisipasi dalam badan-badan pengambilan keputusan yang berbeda. Misalnya, mereka yang lebih berkomitmen dapat berpartisasi dan memiliki hak suara dan hak pilih dalam Kongres yang menentukan garis politik dan strategis organisasi; mereka yang kurang berkomitmen tidak dapat berpartisipasi dalam Kongres, atau dapat berpartisipasi tetapi hanya sebagai pengamat, dan dapat berpartisipasi dalam dewan bulanan, tempat taktik dan penerapan praktis garis organisasi ditentukan.

Dengan demikian, organisasi anarkis yang spesifik dapat memiliki satu atau lebih lingkaran, yang harus selalu ditentukan berdasarkan kategori komitmen para militan. Jika lingkarannya lebih dari satu kategori, hal tersebut harus dijelaskan, dan kriteria perubahan kategori haruslah tersedia bagi semua militan. Oleh karena itu, para militan lah yang memilih posisinya sendiri.

Lingkaran berikutnya, yang lebih eksternal, jauh dari inti organisasi anarkis, dan bukanlah anggota organisasi, namun mempunyai kepentingan mendasar: pendukung. Kategori keterlibatan ini berusaha untuk mengumpulkan dan mengelompokkan semua orang yang memiliki kedekatan ideologis dengan organisasi anarkis. Para pendukung bertanggung jawab untuk membantu organisasi dalam pekerjaan praktis seperti penerbitan pamflet, majalah atau buku; penyebaran bahan propaganda; membantu dalam kerja produksi teori atau analisis kontekstual; dalam pengorganisiran kegiatan praktis dalam kerja sosial: kegiatan masyarakat, membantu kerja pelatihan, aktivitas logistik, membantu pengorganisiran kerja, dll. Kedekatan pendukung dengan organisasi anarkis, dan kerjanya yang memunculkan kontak dengan militan, akan memungkinkan para pendukung memperdalam pengetahuannya tentang garis politik organisasi, mengenal kegiatan organisasi secara lebih baik dan memperdalam visi anarkisme mereka, dll.

Oleh karena itu, kategori keterlibatan pendukung memiliki peran penting untuk membantu organisasi anarkis mempraktikkan kegiatannya, berusaha untuk membawa mereka yang tertarik menjadi lebih dekat dengan organisasi. Tujuan jangka panjangnya adalah sejumlah pendukung akan menjadi militan organisasi. Organisasi anarkis berupaya menarik sebanyak mungkin pendukung dan, lewat kerja praktik, mengidentifikasi mereka yang tertarik bergabung dengan organisasi dan yang memiliki profil yang tepat untuk keanggotaan. Usulan menjadi anggota organisasi dapat dilakukan oleh militan organisasi terhadap pendukung tersebut atau pendukung yang tertarik dapat mengajukan diri pada organisasi. Meskipun setiap militan memilih sendiri kategori komitmen organisasi dan posisi dalam organisasi, tujuan organisasi anarkis adalah memiliki sebanyak mungkin militan di lingkaran yang lebih inti dengan tingkat komitmen yang lebih tinggi.

Berikut adalah contoh praktisnya. anggaplah bahwa organisasi menyepakati untuk bekerja secara internal dengan dua kategori komitmen – atau dua lingkaran. Ketika militan baru mulai masuk dalam organisasi, maka dia masuk ke kategori “militan”. Selanjutnya, ketika dia telah berada di organisasi selama enam bulan, lalu siap dan berkomitmen, maka ia akan beralih ke kategori “militan penuh”. Anggaplah organisasi juga memutuskan untuk memiliki kategori pendukung. Tujuan organisasi adalah menarik sebanyak mungkin pendukung, berdasarkan kedekatannya masing-masing dengan organisasi, mentransfer mereka ke dalam kategori militan dan, setelah enam bulan – setelah siap – ke dalam kategori militan penuh. Berikut ilustrasi bagaimana skema ini berjalan dalam praktik.

Ilustrasi I

P adalah “pendukung”, M adalah “militan” dan MP adalah “militan penuh”. Tujuannya adalah arus yang ditunjukkan oleh panah merah: masuk dari P ke M lalu dari M ke MP. Mereka yang berminat dapat mengikuti arus ini, dan mereka yang tidak, dapat tetap tinggal di posisi yang mereka inginkan dan nyaman. Misalnya, jika seseorang ingin memberikan dukungan secara sporadis, dan tidak lebih dari itu, dia mungkin ingin selalu berada di kategori P. Intinya adalah bahwa setiap niat kerja seseorang harus diwadahi oleh organisasi. Ini bukan karena seseorang hanya punya sedikit waktu, atau apakah seseorang yang ingin menawarkan bantuan di waktu tertentu harus ditolak atau tidak, tetapi karena di dalam organisasi anarkis yang spesifik harus ada ruang untuk setiap orang yang ingin berkontribusi. Kriteria pemilihan yang tidak pernah gagal adalah komitmen. Pada dasarnya, komitmen dan kategori keterlibatan militan adalah tolak ukur antusiasme dan penerapan saat tiap orang melakukan tugas-tugasnya.

Logika lingkaran konsentris mengharuskan setiap militan dan organisasi itu sendiri untuk memiliki hak dan kewajiban yang telah ditentukan dengan sangat jelas bagi setiap kategori keterlibatan. Alasannya, seseorang tidak dapat membuat keputusan atas sesuatu yang tidak akan mereka jalankan. Seorang Pendukung, yang hanya dapat ikut serta dalam kegiatan sebulan sekali dan kontribusinya sporadis, misalnya, tidak bisa membuat keputusan atas aturan atau kegiatan yang harus dipenuhi atau dijalankan setiap hari. Alasannya, Pendukung tersebut akan memutuskan sesuatu yang melampaui keterlibatan dan komitmennya.

Sangat sering terjadi berulang kali di kelompok-kelompok libertarian bahwa orang yang berkontribusi secara sporadis memutuskan sesuatu yang akhirnya jadi komitmen atau dilakukan oleh anggota lain yang lebih permanen. Ini adalah bentuk pengambilan keputusan yang tidak proporsional: seseorang memutuskan sesuatu yang dijalankan bukan oleh dirinya. Karena itu, akan lebih mudah bagi seorang militan yang berkontribusi dari waktu ke waktu untuk mengatur atau menentukan garis politik organisasi karena merekalah yang nantinya mengikuti keputusan ini dalam mayoritas waktu organisasi.

Dalam model lingkaran konsentris, kita mencari sistem hak dan kewajiban tempat setiap orang membuat keputusan mengenai apa yang bisa dan harus mereka patuhi setelahnya. Dengan begitu, sangat normal bahwa pendukung memutuskan hanya mengenai hal yang menyangkut keterlibatan dan komitmen mereka. Seperti itu pula, sangat normal bahwa militan organisasi memutuskan apa yang bisa dan harus mereka patuhi nantinya. Jadi, kami membuat keputusan dan komitmen secara proporsional, dan ini berarti bahwa organisasi memiliki kriteria yang jelas bagi siapa pun yang ingin berproses dengan organisasi, menentukan dengan jelas posisi tiap orang, dan kategori komitmen apa yang ditempati setiap orang.

Sebuah kriteria penting untuk masuk organisasi adalah bahwa semua militan yang masuk organisasi harus setuju dengan garis politik organisasi. Oleh karena itu, organisasi anarkis harus memiliki materi teori yang menyatatakan garis politik ini. Bagi mereka yang belum menjadi militan, mungkin penjelasannya tidak sedalam bagi mereka yang sudah akan menjadi anggota. Ketika seseorang tertarik dengan kerja organisasi anarkis, menunjukkan minatnya selama pendekatan, para militan di organisasi anarkis harus memosisikan orang tersebut sebagai pendukung dan memberi mereka ‘bimbingan’ yang diperlukan.

Saat orang tersebut menjadi pendukung, mengetahui garis politik lebih mendalam dan memiliki kedekatan dengan kerja praktik organisasi, orang tersebut dapat menunjukkan minatnya untuk bergabung dengan organisasi atau organisasi dapat menawarkan ketertarikannya agar pendukung tersebut menjadi militan. Dalam kedua kasus tersebut, pendukung tersebut harus menerima bimbingan yang ajeg dan materi teori yang akan memperdalam garis politik mereka. Satu atau lebih militan yang tahu garis politk ini juga dapat berdiskusi, membahas keraguan, berdebat dan melakukan klarifikasi tentang hal-hal tertentu dengan para pendukung yang ingin bergabung dengan organisasi ini. Setelah pendukung sepakat dengan garis politik organisasi, dan organisasi dan pendukung memiliki kesepatan mutual, maka pendukung tersebut telah terintegrasi ke dalam organisasi, dan menjadi militan yang memiliki kategori komitmen yang berbeda. Penting bahwa selama periode awal, setiap militan baru menerima bimbingan dari militan yang telah lama bekerja, berpengalaman dan berpemahaman untuk mempersiapkan militan baru ini melakukan kerja-kerja organisasi. Kapan pun memungkinkan, organisasi anarkis harus selalu melakukan pelatihan dan bimbingan bagi para pendukung dan militan sehingga membuka kemungkinan mereka untuk mengubah kategori komitmennya, tentu hanya jika mereka ingin dan sepakat.

Logika lingkaran konsentris serupa juga berfungsi dalam kerja sosial. Melalui logika ini, organisasi anarkis dimaksudkan untuk melakukan kerja sosial dengan cara yang paling tepat dan efektif. Sebagaimana telah kita lihat, organisasi anarkis dibagi secara internal ke dalam beberapa front kinerja kerja praktik. Selain itu, ada organisasi yang lebih memilih untuk menjalin hubungan langsung dengan gerakan sosial, manun ada juga organisasi yang lebih memilih untuk menampilkan dirinya melalui kelompok sosial perantara, yang kami sebut sebagai “kelompok tendensi”.

Jika organisasi ingin mencari koherensi kerja operasional yang nyata di lapangan, partisipasi dalam kelompok tendensi menyiratkan bahwa organisasi tersebut menerima pandangan yang relatif mirip di antara kawan-kawan yang ideologinya beragam.

Kelompok tendensi menempatkan dirinya di antara gerakan-gerakan sosial dan organisasi anarkis. Fungsinya adalah mengumpulkan orang-orang yang ideologinya berbeda yang memiliki afinitas ideologis dalam persoalan-persoalan praktik tertentu.

Seperti yang telah kami tekankan, ada organisasi anarkis yang lebih memilih untuk menampilkan diri secara langsung dalam gerakan sosial, tanpa perlu kelompok tendensi, sementara ada juga yang memilih menampilkan diri dengan “kelompok tendensi”. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan secara relatif, dan setiap organisasi harus menentukan cara terbaiknya sesuai kesepakatan masing-masing.

Kami menganjurkan “kelompok tendensi” atas dasar alasan praktis ketimbang teoritis. “Kelompok tendensi” bertujuan menggabungkan orang-orang yang setuju dengan beberapa atau semua posisi yang kami anjurkan dalam gerakan sosial (kemandirian, kekuatan sendiri, analisis kelas, otonomi, aksi langsung, demokrasi langsung dan perspektif revolusioner) dan “kelompok tendensi” membantu kami untuk menambah kekuatan sosial dalam mempertahankan posisi ini.

Dengan cara yang sama seperti ilustrasi sebelumnya, idenya adalah bahwa organisasi anarkis berupaya menyebarkan pengaruhnya di kelompok perantara ini, menampilkan dirinya lewat kelompok ini, terjun ke dalam gerakan-gerakan sosial untuk menyebarkan pengaruh gagasan- gagasannya di sana. Berikut ini ilustrasinya:

Ilustrasi II

OA adalah Organisasi Anarkis, KT adalah Kelompok Tendensi, dan GS adalah Gerakan Sosial.

Terdapat dua arus dalam skema ini. Yang pertama, arus pengaruh OA, berusaha untuk masuk ke GS lalu menuju SM. Mari kita lihat beberapa contoh praktis. Organisasi anarkis yang ingin mengorganisir dalam serikat buruh dapat membentuk KT bersama aktivis gerakan serikat lain yang memperjuangkan sejumlah gagasan yang sama (perspektif revolusioner, aksi langsung, dll) dan KT dapat mempengaruhi gerakan-gerakan yang dekat dengan serikat buruh, atau serikat buruh tempat ia mengorganisir. Contoh lainnya, organisasi anarkis mungkin bekerja dengan gerakan buruh tani atau petani dan, karenanya, berkumpul dengan orang-orang yang memperjuangkan beberapa hal yang sama (otonomi, demokrasi langsung, dll). Lewat KT, organisasi anarkis bertindak dalam gerakan petani atau buruh tani tersebut sekaligus berusaha untuk mempengaruhinya dengan gagasan-gagasan khas OA.

Skema ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang sangat umum yang kita temukan dalam aktivisme. Misalnya, kita mengenal aktivis yang sangat berdedikasi; revolusioner yang menganjurkan swakelola, otonomi, demokrasi akar rumput, demokrasi langsung, dll tapi juga mengenal orang-orang yang lebih sedikit bergerak bersama dengan kita karena mereka bukan anarkis, atau punya ideologi yang lumayan berbeda. Para aktivis ini bisa bekerja dengan anarkis melalui KT dan mempertahankan identitas mereka masing-masing di dalam gerakan-gerakan sosial tempat mereka terlibat.

Panah kedua dalam diagram menunjukkan tujuan arus para militan. Artinya, dalam skema kerja ini, tujuannya adalah untuk membawa orang-orang di gerakan sosial yang memiliki kedekatan praktis dengan anarkis ke dalam KT dan, dari sana, membawa mereka yang memiliki afinitas ideologis lebih dekat ke dalam OA. Seperti halnya ilustrasi sebelumnya, jika seorang militan memiliki afinitas praktis dengan anarkis, namun bukanlah anarkis, ia dapat bekerja bersama dalam KT karena turut membantu tercapainya tujuan kerja sosial tertentu. Jika seseorang lebih lanjut memiliki afinitas ideologis, mereka mungkin dapat bekerja lebih dekat atau bahkan bergabung dengan organisasi.

Tujuan organisasi anarkis tidak pertama-tama mengubah semua aktivis menjadi anarkis, tapi belajar untuk bekerja bersama tiap-tiap aktivis ini dengan cara yang paling tepat. Sembari berbagi minat bersama, para aktivis mungkin mengubah posisi mereka dalam lingkaran (dari gerakan sosial ke KT, atau dari KT ke OA) sesuai keinginan dan tingkat kedekatan praktis dan ideologis mereka.